言窭捩
2019-05-22 08:33:15
2017年10月7日下午6:18发布
2017年10月7日下午7:40更新

Siswa SMP yang menderita luka-luka karena disambar petir kini diraw​​at di rumah sakit di Lhokseumawe,Aceh Utara。 Foto oleh BNPB。

Siswa SMP yang menderita luka-luka karena disambar petir kini diraw​​at di rumah sakit di Lhokseumawe,Aceh Utara。 Foto oleh BNPB。

雅加达,印度尼西亚 - Dua orang meninggal dunia,satu luka kritis,dan 10 lain luka ringan dan trauma akibat disambar petir ketika berteduh di sebuah kantin di Kabupaten Aceh Utara,Aceh pada Sabtu,7 Oktober 2017。

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dua korban yang meninggal adalah Muhammad,45 tahun,seorang tukang becak dari Desa Tambon Tunong,Kecamatan Dewantara,dan M. Zaki,13 tahun,seorang pelajar SMP Al Alaq dari Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu。

Korban luka kritis diidentifikasi sebagai Aisyah,40 tahun,seorang ibu rumah tangga dari Desa Tambon Tunong,Kecamatan Dewantara。

Kesepuluh korban luka ringan merupakan pelajar SMP Al Alaq Asean di Paloh Gadeng,Kecamatan Dewantara。 Mereka adalah TM。 Zaki,Ihksan Maulana,Fatahilah,Rivki,Rizki Maulana,Suhadi,M Aksa,TM Ulul Azmi,Suher,dan M Hilal Azmi。

Kantin di mana para korban berteduh dari hujan deras pada Sabtu,7 Oktober 2017. Foto oleh BNPB

Kantin di mana para korban berteduh dari hujan deras pada Sabtu,7 Oktober 2017. Foto oleh BNPB

Menurut Sutopo,ke-13 orang itu sedang beputuh dari hujan deras di dalam kantin ketika petir menyambar pohon persis di atas kantin tersebut sekitar pukul 11​​:00 Waktu Indonesia Barat。

“Saat itu hujan diiringi dengan petir besar menyambar pohon yang berada di atas kantin tersebut,sehingga petir langsung menyambar para korban yang berada di dalam kantin,”kata Sutopo。

Semua korban dibawa ke rumah sakit Komplek Perumahan Arun di Kota Lhokseumawe,di mana kedua orang korban dinyatakan meninggal dunia。 - Rappler.com