芮凉莽
2019-05-22 06:47:05
2017年10月5日下午1:06发布
2017年10月5日下午1:06更新

DISKUSI。 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan paparan pada kegiatan diskusi yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Rabu,9月27日。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

DISKUSI。 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan paparan pada kegiatan diskusi yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Rabu,9月27日。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pidato di bagian akhir acara HUT ke-72 TNI di Cilegon,Banten pada Kamis siang,5 Oktober。 Pidato Gatot seolah menjawab pernyataan Presiden Joko“Jokowi”Widodo yang sudah disampaikan lebih dulu。

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan politik yang dipegang TNI adalah politik negara dan loyalitas tentara hanya ditujukan untuk kepentingan bangsa serta negara。

“Itu berarti,TNI setia memperjuangkan kepentingan rakyat,keutuhan NKRI serta terhadap pemerintahan yang sah,”kata Jokowi。

Gatot kemudian menjawab kalimat itu dengan mengulangi pernyataan Jokowi dan meminta publik agar tidak sedikit pun ragu terhadap kesetiaan TNI。

“Sekali lagi,jangan ragukan kesetiaan TNI,”kata Gatot yang disambut anggukan Presiden Jokowi yang duduk di depannya。

Ia menegaskan,bahwa semua personel TNI termasuk dia sendiri selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan mana pun。 Salah satu poin yang juga tak kalah penting,personel TNI selalu taat kepada atasan yakni panglima TNI tertinggi Presiden Jokowi。

“Sampai kapan pun TNI akan setia dan menjunjung tinggi sumpah prajurit yang tadi disampaikan oleh Presiden,”tuturnya。

Penyelenggaraan HUT ke-72 TNI itu dilakukan di tengah kericuhan domestik akibat isu impor senjata secara ilegal yang kali pertama dilempar oleh Gatot。 Akibatnya,isu tersebut hingga kini menjadi perbincangan publik kendati permasalahan itu seharusnya menjadi konsumsi internal TNI,Polri dan Badan Intelijen Negara(BIN)。

Presiden Jokowi akhirnya memanggil Gatot dan Menteri Koordinator bidang politik,hukum dan keamanan Wiranto ke Istana Negara。 Salah satunya untuk mendengar penjelasan Gatot dan Wiranto mengenai isu impor senjata。

Hal lain yang disampaikan Jokowi di HUT ke-72 TNI yakni agar TNI tetap solid dan bersinergi dengan institusi lain dalam pemerintahan。 Pesan itu seolah menjadi nasihat atas sikap Gatot yang kerap berseberangan dengan beberapa mitranya,antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu。 - Rappler.com