尔朱拉
2019-05-22 12:30:10
2017年9月29日凌晨4:30发布
2017年9月29日上午4:30更新

NONTON BARENG。 Warga menyaksikan电影pengkhianatan G30S / PKI pada acara nonton bareng di Bundaran Mall Graha Cijantung,雅加达,Sabtu,9月23日。 Foto oleh Galih Pradipta / ANTARA

NONTON BARENG。 Warga menyaksikan电影pengkhianatan G30S / PKI pada acara nonton bareng di Bundaran Mall Graha Cijantung,雅加达,Sabtu,9月23日。 Foto oleh Galih Pradipta / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pemutaran电影法律'Pengkhianatan G30S / PKI'dihidupkan lagi jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober mendatang。 电影arahan sutradara Arifin C. Noer itu sempat rutin diputar setiap tahun sejak 1984.Namun,pemutarannya dihentikan pasca rezim reformasi tahun 1998。

Adanya potensi kebangkitan isu komunisme dijadikan dalih oleh pemerintah menayangkan lagi film itu。 Namun,masyarakat harus cerdas dalam menilai peristiwa yang terjadi pada tahun 1965. Termasuk jeli mencerna apa yang terjadi pada 9月30日。

Pada dasarnya,sebagai bagian dari sejarah,peristiwa G30S tidak memiliki objektivitas atau kebenaran yang tunggal。 Mengapa demikian?

Pemimpin Redaksi Majalah Historia Bonnie Triyana menjelaskan perdebatan mengenai siapa yang benar di dalam sejarah tidak akan menghasilkan apa pun。

“Malah,hal itu menimbulkan satu pikiran yang sempit dan merasa paling benar sendiri.Karena memang kebenaran itu ditafsirkan secara sepihak dan resmi hanya milik orang tertentu.Nah,di dalam bingkai negara demokrasi,semua orang berhak punya versi(masing-masing),” ujar Bonnie yang ditemui Rappler beberapa waktu lalu。

Versi yang disebutkan oleh Bonnie inilah yang kemudian menjadi pangkal permasalahan。 电影扬唱片,唱片,唱歌,唱片,声音,声音,声音,声音,声音

电影yang diproduksi pada tahun 1984 dan menguras kas negara sebanyak Rp 800 juta rupiah,secara jelas disponsori oleh negara。 Hal tersebut didukung dengan penulisan script oleh sejarawan yang rujukannya berasal dari buku sejarah yang juga,didanai negara。

Keperluan pemerintahan Soeharto dalam membuat film ini,tak lain sebagai bagian dari rezim orde baru untuk menciptakan aksi heroik,dalam“menyelamatkan”Indonesia yang saat itu tengah dilanda kebangkrutan nasional dan keberadaan PKI。 电影'Pengkhianatan G30S / PKI'jelas mewakili sudut pandang rezim orde baru tersebut。

Ketua Departemen Ilmu Sejarah FIB Universitas Indonesia,Abdurakhman juga membenarkan film itu merupakan upaya宣传rezim orde baru。 Peranan dari Presiden Soeharto dalam penyetujuan电影G30S sebelum disiarkan ke publik,juga dianggap menguatkan sudut pandang rezim saat itu。

“Pada dasarnya,sejarah itu memiliki versinya masing-masing,”ujar Abdurakhman。

Versi yang kita dapatkan dari sudut pandang orde baru akan berkata demikian。 Namun akan berbeda hasilnya jika kita mendapatkan fakta lain,salah satunya dari penyintas yang menjadi korban persekusi dan dicap berafiliasi dengan PKI。

Penuh fiksi dan dramatisasi

LUBANG BUAYA。 Lubang yang pada tahun 1965 digunakan untuk mengubur jasad tujuh jenderal usai dibunuh。 Foto oleh ANTARA

LUBANG BUAYA。 Lubang yang pada tahun 1965 digunakan untuk mengubur jasad tujuh jenderal usai dibunuh。 Foto oleh ANTARA

Kendati电影'Pengkhianatan G30S / PKI'dianggap kontroversial,namun karya seni itu pernah menuai penghargaan di Festival Film Indonesia di tahun 1984 untuk kategori skenario terbaik。 Publik双关语sempat memuji sinematografi电影itu。

Efek dramatisasi,kata Bonnie tetap dibutuhkan untuk menarik perhatian penonton。 Namun,efek dramatisasi ini juga menuai polemik,lantaran si pembuat film mencampurkan antara fakta dan khayalan。

达拉姆电影tersebut,lebih banyak fantasinya ketimbang yang faktual。 Padahal,konsep电影'Pengkianatan G30S / PKI'itu menampilkan sejarah ke publik。 Salah satu yang dianggap fiksi yakni mengenai ada atau tidaknya aksi penyiksaan kepada tujuh jenderal yang diculik itu。

Berdasarkan hasil autopsi dokter yang sudah menyebar di dunia maya,tidak ditemukan adanya unsur penyiksaan terhadap jasad para jenderal。 Laporan autopsi menyebut Jenderal Ahmad Yani tewas akibat 10 luka tembak,tanpa adanya pencungkilan mata。 邦妮双关语meyakini hasil autopsi 5 dokter RSPAD dan UI itu。

“Laporan visum dokter mengatakan tidak ada jenderal yang disayat-sayat,dipotong-potong(alat)kelamin dan segala macem。 Tapi di dalam film ini ada。 (Itu ditampilkan)untuk alasan dramatisasi电影。 Kalo enggak ,film-nya akan menjadi garing dong?“katanya。

Sayangnya,generasi muda justru hanya mencari informasi dari film itu semata。 Padahal,ada peristiwa lanjutan di mana korban jiwanya jauh lebih banyak pasca 9月30日。 Sementara,yang ditampilkan di film seolah-olah sejarah 1965 berakhir di akhir bulan September tersebut。

Padahal,ada pula kekejaman selanjutnya。 Fakta menunjukkan ada peristiwa pembunuhan massal,pembuangan dan penangkapan kepada orang-orang yang diduga sebagai anggota PKI。 Bahkan orang-orang yang tidak terafiliasi ke dalam PKI,bisa tertuduh dan menjadi korban penyingkiran PKI di Indonesia。

Menurut Bonnie,dengan terhentinya pemaparan informasi hanya di film itu,artinya pemerintah hanya mencoba merawat rasa trauma dari peristiwa tersebut。

Abdurakhman双关语berpendapat杨sama yakni masyarakat harus berhati-hati dalam membaca bacaan sejarah。 Walau ia tidak membenarkan atau menyalahkan hasil autopsi tujuh jenderal,namun faktor jasad para jenderal yang rusak bisa saja membuat laporannya tidak akurat。 Jasad ketujuh jenderal itu sudah tak lagi dikenali diduga akibat pemaksaan tubuh ke dalam Lubang Buaya。

“Sebagai sejarawan,saya tidak bisa menilai。 Tapi hanya menyampaikan fakta-fakta dari sejarah tersebut,“ujar Abdurakhman。

Pembunuhan yang terjadi,baik kepada 7 jenderal dan penumpasan massal anggota PKI dan korban tertuduh,tentu tidak dapat dibenarkan dari aspek kemanusiaan。 Perbedaan ideologi,politik,gagasan dan agama,kata Bonnie tidak bisa dibenarkan,jika kemudian berujung pada kekerasan atau pembunuhan。

Belum tentu efektif

Rezim pemerintahan Joko“Jokowi”Widodo berharap dengan diputarnya film itu dapat membuat generasi millenial lebih mengenal bahaya PKI。 Tapi,masalahnya bisakah tujuan itu tercapai? Sebab,电影tersebut ditayangkan di era yang berbeda dengan saat ini。

Publik saat ini lebih kritis dalam memproses informasi,karena mereka dapat mengecek ke sumber informasi lainnya,termasuk mengenai isu kebangkitan paham komunisme。 Berbeda halnya ketika电影itu tayang pada tahun 1980an。

“Ketika电影itu disiarkan pada masa orde baru,anak muda seperti saya, enggak punya sumber informasi lain kecuali televisi yang cuma satu,koran yang dikontrol pemerintah dan film tadi。 Kalau sekarang,masyarakat atau generasi muda bisa terima informasi dari internet。 Mereka bisa memilih dan membaca informasi apapun,“ujar Bonnie。

Oleh sebab itu,ia mengaku tidak yakin tujuan akhir dari pemutaran film tersebut akan tercapai。 Sebab,publik dapat dengan bebas saat ini mengecek informasi,termasuk mempertanyakan isi film'Pengkhianatan G30S / PKI'。

“Kita nantinya bisa mengukur,apakah akan menemukan keberhasilan yang sama,di zaman yang sudah berbeda?Apakah film ini berhasil membangkitkan traumatis masyarakat terhadap komunisme dan segala macamnya?” 卡塔迪亚

Jika tujuan yang dimiliki Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo serupa seperti zaman orde baru,nampaknya hal tersebut tidak akan mempan,terutama pada generasi muda。

Oleh sebab itu,Presiden Jokowi sempat mengusulkan agar film tersebut dikemas ulang dengan pendekatan yang kekinian。 Namun,mantan Gubernur DKI itu tidak menyebut harus menggunakan acuan peristiwa sejarah versi yang mana。 Remake电影dengan konsep kekinian,dinilai Jokowi dapat lebih mudah dipahami oleh generasi muda saat ini。

Abdurakhman双关语sepakat dengan ide Jokowi。 Menurutnya,ide menghimpun 意识到 melalui媒体电影dinilai cukup efektif。

“Saya rasa upaya 翻拍电影itu baik,manfaatnya adalah supaya pesan dari film tersebut lebih mudah dipahami oleh masyarakat dan mengingatkan kita bagaimana jika pengaruh ideologi komunis itu masuk,”ujarnya。

Apakah millenial tertarik?

FILM G30S / PKI。海报电影'Pengkhianatan G30S / PKI'pada 1984. Foto oleh PPFN

FILM G30S / PKI。 海报电影'Pengkhianatan G30S / PKI'pada 1984. Foto oleh PPFN

Maka kini yang jadi tanda tanya apakah kaum millenial itu tertarik menonton kembali film yang tayang tahun 1980an itu? Rappler sempat mewawancarai dua mahasiswa。

Secara garis besar,mereka menuturkan penayangan电影G30S / PKI tidak diperlukan。 Mereka malah mempertanyakan tujuan semula film tersebut kembali diputar。

“Dilihat dari lembaga传感器杨伯肯邦。 Logikanya,jika电影tersebut mengandung unsur kekerasan,seharusnya电影tersebut tidak ditayangkan lagi。 电影ini juga sifatnya代表,semuanya serba subjektif。 Sehingga walaupun terbilang sadis dan dipercaya sebagai fakta,bisa saja itu bukan fakta yang sebenarnya,“ujar salah seorang mahasiswa FIB UI,Fadillah。

Pendapat serupa disampaikan oleh Amadea yang juga mahasiswa FIB UI。 Ia menilai penayangan电影itu sudah tak lagi relevan。

“Menurut saya udah enggak relevan,karena film G30S ini jadi'hanu'semata yang menimbulkan ketakutan dan teror pada zaman orde baru。 Kemudian,apa yang perlu ditakuti dari G30S dan PKI-nya itu sendiri? Untuk mengenang zaman orde baru? Jangan-jangan kalau diputerin lagi,ada kepentingan politik di balik itu semua,“kata Amadea yang menduga ada kepentingan terselubung dalam pemutaran kembali film G30S / PKI。

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian tertarik menonton kembali电影berisi宣传tersebut? Tulis pendapat kalian di kolom komentar。 - Rappler.com