闫伟姑
2019-05-22 11:19:14
发布时间:2017年9月28日上午8:38
更新时间:2017年9月28日上午8:38

KETERANGAN。 Ketua KPK Agus Rahardjo memberi keterangan kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di gedung KPK,Jakarta,Senin,13 Maret。 Foto oleh Wahyu Putro A./ANTARA

KETERANGAN。 Ketua KPK Agus Rahardjo memberi keterangan kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di gedung KPK,Jakarta,Senin,13 Maret。 Foto oleh Wahyu Putro A./ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)secara bergantian“turun gunung”dan memantau jalannya persidangan gugatan praperadilan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan。 Mereka mulai terlihat ikut memantau jalannya persidangan sejak Selasa,9月26日。

Mengapa komisioner KPK sampai harus turun ke pengadilan dan memantau secara langsung jalannya sidang?

“Untuk melihat kondisi di lokasi saja,”demikian respons juru bicara KPK,Febri Diansyah melalui pesan pendek kepada Rapppler pada Rabu malam,9月27日。

Febri tidak menepis jika bagi lembaga anti rasuah itu,kasus KTP Elektronik memang menjadi salah satu kasus penting yang tengah diusut KPK。 Lantaran nilai kerugian negara yang tidak sedikit yakni mencapai Rp 2,3 triliun dan diduga melibatkan banyak pejabat penting。

Namun,Febri tidak merespons apakah“turun gunung”nya para komisioner karena ada kekhawatiran KPK akan kalah melawan gugatan praperadilan terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat(DPR)itu。 Menurut komisioner KPK Saut Situmorang,ia hadir sebagai bentuk dukungan moril kepada rekan-rekan KPK dari biro hukum di pengadilan。

“Biar rohnya pimpinan ada di rohnya teman-teman yang sedang berjuang di sini,”ujar Saut yang hadir di PN Jaksel pada hari Selasa kemarin。

Sementara,Komisioner KPK lainnya Agus Rahardjo yang memantau jalannya sidang pada hari Rabu kemarin mengaku menaruh harapan besar pada proses praperadilan yang ditangani oleh hakim tunggal Cepi Iskandar。

“Mudah-mudahan ya,kita kan berharap keadilan selalu tegak di negeri ini。 Jadi,kami sangat berharap,“kata Agus pada Rabu kemarin。

Ia pun mengaku cukup percaya diri bahwa KPK akan dapat memenangkan gugatan pra peradilan。 Sebab,mereka membawa alat bukti dan saksi ahli yang sesuai untuk menguatkan dalil mereka。 Walaupun,sampai saat ini pembuktian masih sekedar mengujii aspek formil belum masuk ke materi。

Agus berharap bukti-bukti yang diajukan ke persidangan dapat meyakinkan hakim bahwa lembaga anti rasuah itu sah menetapkan Setya sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik。

“Mudah-mudahan bisa meyakinkan lah。 Saya berharap banyak,“kata dia。

Dalam sidang yang digelar pada Rabu kemarin,KPK menghadirkan empat saksi ahli termasuk Widyaiswara Badan Diklat Kejaksaan Adnan Paslyadja dan ahli sistem komputer dan teknologi informasi dari Universitas Indonesia(UI)Bob Hardian。 Namun,pihak kuasa hukum Setya mengaku keberatan dengan keterangan Bob karena dianggap telah membuka fakta persidangan。 Akhirnya,keterangannya ditunda oleh hakim。 (BACA: )

Sementara,Agus tidak meragukan keterangan yang disampaikan oleh Adnan,kendati ia telah berusia sepuh。

“Walaupun Pak Adnan sepuh,saya pikir kesaksiannya baik。 (Dia memang)sepuh tapi ahli betul dia,“kata Agus。

Sidang gugatan pra peradilan Setya akan berlanjut pada hari ini dan berujung keputusan pada Jumat esok。 - Rappler.com