微生憧份
2019-05-22 14:40:27
2017年12月27日下午7:33发布
2017年12月27日下午7:33更新

Ilustrasi。 Kembang api dalam perayaan tahun baru di Bundaran Hotel Indonesia。 Foto oleh EPA

Ilustrasi。 Kembang api dalam perayaan tahun baru di Bundaran Hotel Indonesia。 Foto oleh EPA

SURABAYA,印度尼西亚 - Warga Jawa Timur yang berharap bisa menyaksikan pesta kembang api pada perayaan tahun baru nanti harus bersiap-siap gigit jari。 Pasalnya Gubernur Jawa Timur Soekarwo sudah mengeluarkan Surat Edaran(SE)kepada seluruh walikota dan bupati di seluruh Jawa Timur agar tidak mengadakan pesta kembang api。

Alasannya,pesta kembang api yang diadakan oleh pemerintah kota atau Kabupaten dianggap tidak sensitif dengan kondisi sosial。

Soekarwo berharap pemerintah kabupaten dan kota bisa lebih peka dengan kondisi warganya yang masih di bawah garis kemiskinan.Sebab,sangat ironis jika ada daerah yang menggelar pesta sementara daerahnya masih banyak warga miskin。

“Sebaiknya memperingati malam tahun baru tidak sampai menimbulkan rasa iri warga,Misalnya dengan pesta kembang api dengan biaya mahal padahal masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan,”kata Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya,Rabu 27 Desember 2017。

Soekarwo menilai pesta kembang api yang berbiaya mahal itu sebaiknya diganti dengan doa istighosah bersama untuk mengungkapkan rasa syukur。 Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengganti pesta kembang api dengan doa istighosah。

Selain Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sudah memberikan sinyal tak akan ada pesta kembang api,Pemerintah Kota Surabaya juga menyatakan hal yang sama。 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menyatakan Pemerintah Kota Surabaya tak akan mengadakan pesta tahun baru。 -Rappler.com