宰父住
2019-05-22 02:01:25
2017年9月24日下午4:45发布
更新时间:2017年9月24日下午4:46

Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy di Kampung Malon Gunungpati三宝垄mengadakan nonton bersama电影G30S pada Jumat,2017年9月22日。摄影oleh Fariz Fardianto

Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy di Kampung Malon Gunungpati三宝垄mengadakan nonton bersama电影G30S pada Jumat,2017年9月22日。摄影oleh Fariz Fardianto

SEMARANG,印度尼西亚 - Tak seperti biasanya,Farid Lutfi tampak terburu-buru menuju halaman Pondok Pesantren(Ponpes)Sunan Gunung Jati Ba'alawy di Kampung Malon Gunungpati,Semarang pada Jumat petang,9月22日。

Di halaman pesantren,para santri sudah berkumpul untuk menyaksikan pemutaran film tragedi 9月30日民政党(G30S)。 Belasan anggota TNI tampak membaur di tengah kerumuman para santri。

德拉玛kemudian,电影杨dinantikan diputar pihak panitia。

“Pertama kali menonton kelas VI SD.Awal-awal sangat takut,apalagi ada adegan mata para jenderal disilet.Makanya sekarang mau nonton lagi kayak apa filmnya,”kata Farid kepada Rappler di sela pemutaran film besutan Arifin C Noer tersebut。

法里德menganggap电影G30S cukup penting untuk diputar kembali karena memuat sejarah dan politik bangsa印度尼西亚。 Hal ini sesuai dengan bidang studinya di Jurusan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang(Unnes)。

Muhammad Faiz Zainal,seorang santri lainnya,berpendapat beda。 Semula,dia yang baru pertama kali menyaksikam film G30S itu berharap bisa menonton sampai tuntas agar dapat menggali sejarah yang sebenarnya。

Namun apa yang ditampilkan justru sebaliknya。 Santri 16 tahun tersebut menyoroti banyak adegan yang dipotong sehingga membuat cerita film G30S menjadi membingungkan。

“Saya malah bingung.Banyak yang disingkat-singkat,tadi yang dibunuh dan ditembaki itu siapa juga ndak mudeng,”kata pria asal Purwodadi ini。

Ia mengaku kecewa karena pihak panitia memangkas durasi电影G30S。 Sejumlah santri bahkan tak segan memprotes ulah pihak panitia saat film itu selesai diputar。

“Sadis,sadis,”teriak seorang santri tatkala电影G30S telah selesai diputar。

Di samping itu,terdapat sejumlah santri yang tertidur pulas karena menganggap film itu sangat membosankan。 “Bosan,Mas.Jadinya saya malah ngantuk,”定期Ahmad Fauzan,salah seorang santri。

Durasi电影tiba-tiba dipangkas

Dandim 0733 / BS Letnan Kolonel Zainur Bahar membenarkan adanya pemangkasan durasi film G30S yang diputar di Ponpes Sunan Gunung Jati。 Ia menyampaikan pemangkasan durasi dari tiga jam menjadi satu jam 10 menit itu dilakukan supaya para santri tidak ketakutan。

“Tapi tetap tidak mengurangi makna sejarahnya.Mereka bebas menonton,”kilahnya。

Jika ada santri yang kecewa dengan电影G30S,kata Zainur Bahar,pihaknya tidak mau disalahkan sebab tujuan pemutaran film itu hanya untuk mengingatkan sejarah saja。

“Saya ingin memperkokoh tegaknya NKRI yang berazaskan Pancasila.Mungkin ini jadi pengalaman yang baik buat para satri di sini untuk memperdalam sejarah pemberontakan PKI,”terangnya。

Ia menuturkan acara nonton bareng film G30S bertujuan menyikapi ancaman paham komunisme yang mulai merongrong persatuan rakyat Indonesia。

Paham komunis,menurutnya sudah menyusup dalam sendi kehidupan bernegara dan berbangsa。 Ini yang ia maksud sebagai 代理战争 Maka dari itu,saat diputar ulang,anggota BAIS,kelompok pemuda desa dan tokoh-tokoh agama juga turut menyaksikannya。

“Demi meningkatkan jiwa patriotisme serta mengingatkan lagi bahwa negara ini punya sejarah pahit,kami memutuskan memutar ulang film G30S di semua kecamatan sesuai instruksi Panglima TNI,”ujar Zainur。

Dengan luas lautan 5,8公里persegi ditambah kemajemukan suku dan ribuan pulau,Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI)menjadi bangsa terbesar di dunia。 Sehingga,kemajemukan luar biasa itulah yang patut dipertahankan。

“PKI dengan komunisnya pernah melukai bangsa ini.Mereka memberontak tahun 1948 dan 1965 silam.Dan saat ini ajaran tersebut disusupkan lagi.Saya rasa harus ditanamkan lagi pedoman dan perekat yang kuat yakni Pancasila sebagai ideologi bangsa,”kata Zainur。

Perangi komunisme

KH Muh Nasroni,sebagai Pengasuh Ponpes Sunan Gunung Jati Ba'alawy,menjelaskan dengan memutar ulang film itu,pondok pesantrennya tetap eksis menjaga keutuhan NKRI bersama personel TNI。

Selain itu,ia ingin menanamkan jiwa nasionalisme dalam benak para santrinya。 Karena itu dia beranggapan film yang memuat adegan penumpasan PKI sangat layak ditonton meski para santrinya masih di bawah umur。

“Kita putar lagi di sini agar tidak ternoda dengan penyebaran ajaran komunisme.Sebab,saya khawatir jika tidak bersatu maka cinta tanah air dalam diri kita akan luntur,”kata Nasroni。

Ia berharap pemutaran电影G30S mampu meningkatkan disiplin para santri dan menumbuhkan rasa cinta tanah air。

“Banyak pendahulu kita yang menjadi korban keganasan PKI.Jangan sampai kita teraniaya karena negara kita jadi korban kebiadaban mereka pada masa mendatang,”ujar Nasroni lagi。

“Kepada semua santri,saya mengimbau agar jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang vulgar.Kita harus punya filter yang kuat agar jati diri kita tidak disusupi paham komunisme,”sambungnya。

Ia mencontohkan ada banyak informasi yang mencerminkan ajaran komunis。 Dengan merujuk pada pembicaraan yang berkembang di tengah masyarakat,ia menyebut口号Revolusi Mental merupakan salah satu contohnya。

“Yang namanya Revolusi Mental.Kita dianggap tidak punya mentalitas lagi.Akhirnya dengan mudah dimasuki ajaran komunisme yang baru.Inilah yang diwaspadai,”jelasnya。

Ia melanjutkan masih banyak jargon-jargon yang diusung pejabat pemerintah daerah saat ini yang dianggap tidak tepat。 Banyak ucapan yang dilontarkan pejabat saat ini dituding telah memancing kemarahan umat Muslim。 Akibatnya ketidakpercayaan rakyat terhadap pimpinan meningkat dan memicu penyebaran fitnah。

“Ciri-ciri menyusupnya paham komunis sudah nyata.Masyarakat harus waspada mulai sekarang,”tegasnya。 - Rappler.com

BACA JUGA: