金足纹
2019-05-22 09:27:17
2017年9月22日下午9点37分发布
2017年9月22日下午11:38更新

Bupati Purwakarta,Deddi Mulyadi,di SD Cikempung Cimahi,Purwakarta,2016年11月18日。Foto oleh Agung Fatma Putra。

Bupati Purwakarta,Deddi Mulyadi,di SD Cikempung Cimahi,Purwakarta,2016年11月18日。Foto oleh Agung Fatma Putra。

BANDUNG,印度尼西亚 - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan surat dukungan Golkar terhadap Wali Kota Bandung Ridwal Kamil adalah hoax dan partainya akan melaporkan pembuat dan penyebar berita bohong tersebut ke polisi。

Bupati Purwakarta itu mengatakan telah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham yang memberitahu surat tersebut hoax

“Kalau itu diyatakan hoax ,berarti ada pembuat hoax ,ada yang membuat surat hoax ,berarti juga ada yang memalsukan tanda tangan ketua dan sekjen。 Berarti Golkar partai besar ini bisa dengan mudah orang melakukan sesuatu yang melanggar prosedur organisasi。 Sehingga kita meminta untuk menjaga kehormatan dan kewibawaan partai besar ini,DPD Golkar Jabar melalui bidang hukum akan melaporkan ke Polda Jabar atau Mabes Polri,“kata Dedi saat dihubungi melalui telefon pada Jumat malam,2017年9月22日。

Laporan ke polisi,lanjut Dedi,perlu dilakukan untuk menjaga wibawa dan kehormatan partai berlambang pohon beringin ini。 Dedi berencana melaporkan kasus tersebut pada Senin pekan depan。

Dedi mengaku rencana untuk membawa kasus ini ke ranah hukum adalah inisiatifnya。 Sebagai kader partai besar,Dedi berkeberatan jika kasus ini dibiarkan berlalu。 Apalagi hal ini terkait dengan proses pemilihan kepala daerah di Jawa Barat。

“Kok yang membuat hoax dibiarkan。 Jangan dibiarkan dong,bisa rusak partai。 Dan kemudian,masa sebuah proses touk pemilihan kepala daerah di Jawa Barat,yang menentukan 46 juta rakyat Jawa Barat,melalui proses yang tidak tepat,“kata Bupati Purwakarta itu。

Dalam surat yang dinyatakan hoax itu,disebutkan Partai Golkar mendukung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur di Pilkada Jawa Barat berpasangan dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai calon wakil gubernur。 Pengusungan dua nama itu,kata surat tersebut,merupakan hasil rapat Tim Pilkada Pusat Partai Golkar yang dilaksanakan pada 1 Juli 2017,1 Agustus 2017,dan 4 September 2017.Rapat itu dihadiri unsur pimpinan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat。

Dedi membenarkan rangkaian rapat yang dilakukan di internal Partai Golkar itu,yang juga dihadirinya。 Dia menegaskan dalam rapat-rapat tersebut tidak ada keputusan untuk mengusung kedua nama tersebut。 Justru namanya yang muncul sebagai calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Barat。

“Kita mengikuti rapat itu。 Tidak pernah ada pasangan calon yang dimaksud dalam surat itu。 Rapatnya betul ada,tetapi(rapat)pada tanggal 1 Agustus 2017 memutuskan saya sebagai calon gubernur atau wakil gubernur dari Partai Golkar。 Itu keputusannya,“kata Dedi。

Surat dukungan Partai Golkar terhadap Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat beredar di media sosial。 Surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum Golkar,Setya Novanto yang saat ini sedang terbaring sakit。 Sekjen Idrus Marham juga ikut menandatangani surat yang diklasifikasikan rahasia itu。

Anehnya,belum dicantumkan tanggal dan nomor dalam surat yang berkop lambang Partai Golkar itu。 Stempel yang menandakan surat itu resmi pun tidak ada。 Di bagian atas surat tersebut,hanya dicantumkan klasifikasi surat,perihal,dan penerima surat,yakni Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat。

Sebelumnya,Ridwan Kamil mengaku melobi Partai Golkar,termasuk Ketua Setya Novanto,tetapi belum menerima surat dukungan dari partai tersebut。 - Rappler.com。

BACA JUGA: