芮凉莽
2019-05-22 06:37:09
2017年12月21日上午11:25发布
2017年12月21日上午11:26更新

Asap dan abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Agung pascaletusan freatik kedua,terpantau dari Desa Culik,Karangasem,Bali,Minggu(26/11)。 FOTO oleh ANTARA / Nyoman Budhiana

Asap dan abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Agung pascaletusan freatik kedua,terpantau dari Desa Culik,Karangasem,Bali,Minggu(26/11)。 FOTO oleh ANTARA / Nyoman Budhiana

印度尼西亚雅加达 - Tak salah jika Indonesia disebut-sebut sebagai negeri yang elok。 Bahkan ada beberapa yang menyebutnya sebagai surga di bumi。 Berlebihan? Rasanya tidak。 Sebab di negeri ini bertebaran tempat-tempat indah nan fantastis。

Ada yang sudah'Go International'maamam Bali dan Raja Ampat,ada juga spot-spot wisata lainnya yang belum banyak terekspos。 Tak mengejutkan jika minat para pelancong untuk datang ke negeri ini tak pernah surut。

Namun,di balik keindahannya,di balik pesonanya yang menyihir,negeri ini ternyata juga menyimpan berbagai potensi bencana,mulai dari banjir bandang,longsor,gempa bumi,hingga erupsi gunung berapi。

Badan Nasional Penanggulangan BNPB mencatat sejak awal tahun hingga 4 Desember 2017 tercatat 2.175 kejadian bencana di Indonesia。 Banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 737 kasus,disusul puting beliung(651 kejadian),tanah longsor(577 kejadian),kebakaran hutan dan lahan(96 kejadian),banjir dan tanah longsor(67 kejadian),kekeringan(19 kejadian), gempa bumi(18 kejadian),gelombang pasang / abrasi(8 kejadian),serta letusan gunung api(2 kejadian)。

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sekitar 95 persen dari bencana-bencana alam tersebut disebabkan oleh hidrometeorologi。

“Yaitu bencana yang dipengaruhi cuaca。(Seperti)longsor,kekeringan,puting beliung,kebakaran hutan dan lahan,dan cuaca ekstrem,”kata Sutopo pada Selasa 5 Desember 2017。

Akibat ratusan kejadian bencana tersebut,BNPB menghitung setidaknya 335 orang tewas sementara korban luka-luka mencapai 969 orang。 Adapun korban mengungsi dan menderita tak kurang dari 3,22 juta orang。

BNPB juga mencatat rumah yang rusak akibat diterjang bencana sepanjang tahun ini mencapai 31.746 unit,347.813 unit terendam,ribuan fasilitas kesehatan,pendidikan,dan peribadatan rusak。

Berikut lima bencana terbesar yang terjadi sepanjang 2017:

Banjir terjang NTB

Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa,Nusa Tanggara Barat(NTB),Sabtu 11 Februari 2017. Akibatnya tak kurang dari 42 ribu orang mengungsi。

Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)menyebutkan banjir berasal dari yang terus mengguyur daerah tersebut selama lima hari berturut-turut,membuat air di sejumlah sungai meluap。

Luapan air itulah yang kemudian menerjang rumah-rumah warga yang berada di Kecamatan Labuan Badas,Empang,Terano,Sumbawa,Unter Iwes,Moyo Utara,dan Moyo Hilir。

Kondisi semakin memprihatinkan karena banjir juga membuat akses jalan menuju tempat para pengungsi terputus。 Akibatnya pengiriman bantuan双关语menjadi tersendat。

Longsor di Ponorogo

Salah satu bencana yang paling mencekam sepanjang 2017 adalah lonsor di Ponorogo,Jawa Timur。 Bencana mematikan ini terjadi di Dukuh Tingkil,Banaran,Pulung,Ponorogo,pada 2017年4月1日。

Lonsoran tanah setidaknya penduduk yang ada di dua RT。 Lonsor juga menimbun ladang dengan panjang mencapai 800米dan ketinggian 20米。 Tak hanya itu,sebanyak 38 orang juga ikut tertimbun,7 orang dilaporkan tewas。

Peristiewa ini membuat pemerintah Provinsi Jawa Timur sempat menetapkan kawasan longsor di Desa Banaran,Pulung,Ponorogo sebagai zona merah。 Artinya,kawasan ini dianggap berbahaya dan dilarang ada aktivitas。

Kawah Sileri Dieng meletus

Bencana lain yang cukup mengerikan terjadi di 2017 adalah meletusnya Kawah yang terletak di Pegunungan Dieng pada Minggu,2 Juli 2017。

Letusan tersebut disertai dengan lahar dingin,lumpur,dan asap yang membumbung hingga mencapai ketinggian 50米。 Akibat letusan ini,sebanyak 17 wisatawan dilaporkan mengalami luka-luka。

Gunung Agung Meletus

Gunung Agung yang biasanya anteng,mendadak menggeliat。 Gunung yang berdiri di Karangasem,Bali,tersebut pada Selasa,2017年11月21日pukul 17.05 WITA。

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG)mencatat letusan kali ini menyemburkan abu berwarna kelabu dengan ketinggian mencapai 700米di atas puncak。

Akibat letusan ini,sebanyak 29 ribu orang mengungsi。 Selain itu letusan juga membuat sejumlah maskapai membatalkan penerbangan dari dan menuju Bali。

Bandar udara Internasional I Gusti Nugrah Rai juga berapa kali ditutup。 Efek lain meletusnya Gunung Agung adalah merosotnya wisatawan yang berkunjung ke Bali。

Siklon Cempaka dan Dahlia mengamuk

dan Dahlia memporakporandakan sejumlah daerah pada 11月lalu。 BNPB mencatat Siklon Cempaka menyebabkan puting beliung,banjir,hingga tanah longsor di 28 kabupaten / kota di Pulau Jawa。

Deretan bencana ini menyebabkan korban meninggal dan hilang sebanyak 41 orang,terdiri dari 25 orang di Pacitan,10 orang di Yogyakarta,empat orang di Wonogiri,dan masing-masing satu orang di Wonosobo dan Purworejo。

Sementara jumlah warga yang mengungsi akibat amukan dua siklon ini mencapai 28.190 orang。 Sebanyak 4.888 rumah juga dilaporkan rusak dan 3.212 lainnya terendam。 Sementara sejumla fasilitas umum,seperti jembatan dan gedung sekolah,juga mengalami kerusakan。

-Rappler.com