夔弓
2019-05-22 06:31:21
2017年9月8日下午8点46分发布
更新时间:2017年9月8日下午8:46

TEBUSAN。 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah Indonesia memberikan uang tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf。 Foto oleh Indrianto Eko Suwarso / ANTARA

TEBUSAN。 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah Indonesia memberikan uang tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf。 Foto oleh Indrianto Eko Suwarso / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pembebasan dua warga Indonesia dari cengkeraman kelompok militan Abu Sayyaf tidak melibatkan uang tebusan。 Pembebasan itu bisa terealisasi,kata Gatot,berkat kerja sama yang baik antara angkatan bersenjata Filipina dengan TNI。

“Tidak ditebus。 Saya jamin tidak ditebus,tetapi itu upaya diplomasi dan kerja sama TNI dengan AFP(Angkatan Bersenjata Filipina)sehingga bisa dibebaskan,“kata Gatot di Markas Besar TNI di Cilangkap pada Jumat,9月8日。

Dua WNI yang bebas itu diketahui bernama Saparuddin bin Koni dan Sawal bin Maryam。 Keduanya berasal dari Majene,Sulawesi Barat。

Mereka diculik di perairan Lahad Datu,马来西亚pada 2016年11月19日.Saat itu mereka bekerja untuk kapal ikan berbendera马来西亚bernama Madai Dua Kunak。

Kedua WNI sudah dibawa ke markas AFP dan ditemui oleh pejabat Konsul Jenderal RI di Davao。 Namun,masih ada lima sandera asal Indonesia lainnya yang berada di dalam cengkeraman Abu Sayyaf。

Berdasarkan数据dari Kementerian Luar Negeri,mereka diculik di dua waktu berbeda。 Pada 2016年11月5日,沙巴阿布沙耶夫男子组织WNI di perairan Kretam。 Kedua WNI diketahui bernama La Utu bin La Raali dan La Hadi bin La Edi。 Mereka berasal dari Wakatobi,Sulawesi Tenggara。

Sementara,tiga WNI lainnya diculik pada 18 Januari 2017 di perairan Kepulauan Taganak,Sabah。 Mereka diketahui bernama Hamdan bin Saleng,Sudarling Samansung asal Kepulauan Selayar dan Subandi bin Sattu。 Ketiganya berasal dari Sulawesi Selatan。

Lalu,apa upaya TNI untuk membebaskan kelima WNI itu?

“Lima WNI masih dalam proses karena pembebasan sandera ini harus benar-benar dilakukan dengan teliti。 Benar-benar aman dan jangan sampai keliru serta salah langkah,“kata dia。

Gatot pun memastikan tidak ada negosiasi untuk ganti rugi。 Pernyataan Gatot selalu senada ketika ditanyakan mengenai proses pembebasan。 Walaupun pada kenyataannya sulit membebaskan sandera dari Abu Sayyaf tanpa melibatkan uang tebusan。 (BACA: )

Beberapa laporan dan saksi pun menguatkan dugaan tersebut。 Apalagi Abu Sayyaf diketahui merupakan kelompok militan yang fokus pada“绑架赎金”atau penculikan untuk memperoleh uang。

Untuk mencegah berulangnya aksi penculikan,militer dari Filipina,Indonesia dan Malaysia sepakat untuk melakukan patroli terkoordinasi。 Bahkan,TNI diizinkan untuk melakukan hot seek ke area perairan negara lain,jika ditemukan ada indikasi penculikan di dekat teritorinya。 - Rappler.com