夔弓
2019-05-22 02:05:06
2017年9月5日下午1:44发布
2017年9月5日下午1:44更新

Sekitar 500 orang menggelar aksi solidaritas kemanusiaan untuk Rohingya di Surabaya,Selasa(5/9)。 Foto oleh Amir Tejo / Rappler

Sekitar 500 orang menggelar aksi solidaritas kemanusiaan untuk Rohingya di Surabaya,Selasa(5/9)。 Foto oleh Amir Tejo / Rappler

SURABAYA,印度尼西亚 - Ketua Pengurus Cabang Surabaya Majelis Theravada印度尼西亚,Irwanto,meminta Tim Cyber​​ Bareskrim Polri dan BIN mencegah penyebaran hoax dan informasi provokatif tentang Rohingya。

Langkah tersebut dinilai penting karena berita hoax dan ujaran provokatif yang berseliweran di media sosial bisa memprovokasi warga untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan。

“Kami sangat mengharapkan网络犯罪Polri dan BIN mendeteksi informasi yang bersifat provokasi agar tidak menyebar ke masyarakat,”kata Irwanto saat mengikuti aksi solidaritas kemanusiaan Rohingya di Surabaya,Selasa 2017年9月5日。

Irwanto mengatakan umat Buddha Surabaya juga telah mengimbau masyarakat Surabaya agar bisa menyaring informasi yang beredar di media sosial dan tidak terprovokasi dengan ujaran kebencian。

Sampai saat ini,Irwanto melanjutkan,belum ada keluhan umat Buddha di Surabaya yang terganggu sebagai dampak dari etnis Rohingya di Rakhine,Myanmar。

“Sangat perlu diingat bahwa tidak ada agama yang dapat dikaitkan dengan kekerasan dan terorisme.Karena aksi itu tak mencerminkan umat yang beragama,”kata Irwanto。

Selain itu Irwanto juga telah meminta jaminan kepada pemerintah soal keamanan rumah ibadah dan ketenangan umat Buddha dalam menjalankan ibadah mereka。

Hari ini sekitar 500 orang dari berbagai elemen di Surabaya menggelar aksi solidaritas kemanusiaan untuk Rohingya。 Selain membentangkan海报,mereka juga menggalang donasi。 -Rappler.com