言窭捩
2019-05-22 01:12:29
2017年9月4日上午11点发布
2017年9月4日上午11:00更新

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Selasa(9/2)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Selasa(9/2)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

NAYPYIDAW,缅甸 - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi tiba di ibukota pemerintahan缅甸di Naypyidaw,dan pada Senin pagi menerima informasi perkembangan pembangunan Rumah Sakit bantuan Indonesia di Mrauk U,Rakhine State,Myanmar。

“Saya baru tiba di Naypyidaw,ibukota Myanmar,sambil menunggu pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata,Mendapat Briefing perkembangan RS Indonesia di Mrauk U,Rakhine State,”ujar Retno,dalam video yang diunggah di akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri,@ Portal_Kemlu_RI,Senin ,2017年9月4日。

BACA:

Menurut Retno,pembangunan RS印度尼西亚telah dimulai。 Tahap 1 telah selesai,yaitu membongkar tanah di lokasi RS agar tidak rentan dari banjir dan membangun pagar。 Tahap 2 segera dimulai,yaitu pembangunan ruangan untuk dokter dan perawat,akan selesai 2 bulan。 Setelah itu akan dimulai tahap ketiga,yaitu pembangunan gedung utama RS。

Retno juga menyampaikan bahwa bangunan Rumah Sakit bantuan Inonesia itu berdiri dii atas tanah seluas 8.000米persegi,dengan luas bangunan lebih dari 1.000米persegi。 Menurut mantan dutabesar RI di Norwegia dan Belanda ini,keberadaan rumah sakit sangat diperlukan bagi wilayah Mrauk U,Rakhine,tempat bermukimnya mayoritas warga Muslim Rohingya di Myanmar。

“Pembangunan rumah sakit melibatkan para pekerja di Rakhine,juga warga Muslim,sehingga melalui pembangunan rumah sakit sekaligus proses rekonsiliasi,ketegangan komunal dapat diturunkan melalui kegiatan ekonomi pembangunan rumah sakit ini,”kata Retno。

Pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik Rakhine State adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C(Medical Emergency Rescue Committee)dan PMI(Palang Merah Indonesia),didukung oleh pemerintah Republik Indonesia。

Presiden Joko“Jokowi”Widodo menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terjadi di Rakhine State,Myanmar。 Presiden menilai,perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman dalam mengatasi aksi kekerasan yang menimpa warga Rohingya itu。

“Pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan,bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia,dan juga masyarakat internasional,”kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Merdeka,Jakarta,Minggu,2017年9月3日。

Presiden,bahwa dirinya juga menugaskan Menlu untuk terbang ke Dhaka,Bangladesh,dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh。 Minggu ini pemerintah akan mengirim lagi 。 -Rappler.com