真皙
2019-05-22 02:20:20
发布时间:2017年9月2日下午3:44
更新时间:2017年9月2日下午3:44

东盟。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi(L)Aung San Suu Kyi dalam pertemuan ASEAN di Yangon,2016年12月19日。摄影作品Ye Aung Thu /法新社

东盟。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi(L)Aung San Suu Kyi dalam pertemuan ASEAN di Yangon,2016年12月19日。摄影作品Ye Aung Thu /法新社

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi langsung mengambil langkah aktif untuk mencari solusi atas tindak kekerasan yang kembali menimpa etnis Rohingya di Rakhine State。 达里数据yang dirilis oleh militer缅甸,400 orang tewas dalam tindak kekerasan di sana。

Pada Jumat,9月1日,Retno kemudian melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekjen PBB Antonio Guterres。 Dalam pembicaraan yang berlangsung selama 16 menit itu,keduanya secara khusus membahas mengenai tindak kekerasan yang terjadi di Rakhine State。

“Sekretaris Jenderal PBB mengapresiasi peran Indonesia dan berharap Indonesia melanjutkan perannya dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State,”ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri,Arrmanatha Nasir pada Sabtu,9月2日。

Retno pun turut menyampaikan agar semua tindak kekerasan dihentikan dan perlindungan harus diberikan kepada semua pihak,termasuk bagi etnis Rohingya。

Retno dan Guterres juga sepakat untuk mendukung laporan yang dibuat oleh Komisi khusus PBB yang dipimpin oleh Kofi Annan。 Dalam laporannya,Annan meminta kepada Pemerintah Myanmar untuk menghapus pembatasan ruang gerak dan aturan pencabutan kewarganegaraan bagi etnis Rohingya。 Sebab,jika hal itu terus terjadi maka akan memicu terjadinya tindak ekstrimisme terhadap缅甸。

Selain itu,laporan yang dibuat Annan menyebut jika isu tersebut tidak segera ditangani,maka akan terjadi proses radikalisasi di kedua komunitas。 Baik di komunitas agama Budha yang menjadi mayoritas di Myanmar dan etnis Rohingya sendiri。

Kelompok pembela Hak Asasi Manusia(HAM)juga menyebut bahwa sekitar 1,1 juta etnis Rohingya telah diperlakukan secara semena-mena oleh militer缅甸。

“Jika tantangan yang ada saat ini tidak segera diatasi,maka sikap radikal di kedua komunitas akan menjadi risiko yang nyata,”ujar sembilan anggota komisi dalam laporan akhir mereka。

Ratusan orang tewas

Sekitar 400 orang,yang sebagian besar merupakan etnis Rohingya,dilaporkan tewas dalam tindak kekerasan。 Sementara,PBB menyebut sebanyak 38 ribu orang mencari perlindungan di area perbatasan antara缅甸dengan孟加拉国。 Sayang,区域perbatasan itu ditutup。 Akibatnya,banyak dari mereka yang memilih untuk menyeberang melalui jalur laut。

Mereka yang tidak sanggup berenang,akhirnya meregang nyawa。 Situasi ini membuat publik prihatin。

Sementara,juru bicara PBB meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan tindak kekerasan。 Jika tidak,maka akan terjadi sebuah tragedi kemanusiaan。

Guterres juga menyerukan kepada Pemerintah Myanmar untuk memberikan akses kepada berbagai lembaga kemanusiaan mendistribusikan bantuan kemanusiaan。

印度尼西亚双关语kembali mengucurkan bantuan senilai US $ 2 juta pada Kamis,31 Agustus。 Bantuan itu merupakan bagian dari program Bantuan Kemanusiaan untuk Komunitas yang Berkelanjutan(HASCO)yang diprakarsai Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar(AKIM)。 - Rappler.com