于随晕
2019-05-22 05:51:22
2017年8月31日下午4:56发布
更新时间2017年8月31日下午4:56

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kantor Kemenkoinfo,Jakarta,Rabu(30/8)。 FOTO oleh Reno Esnir / ANTARA

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kantor Kemenkoinfo,Jakarta,Rabu(30/8)。 FOTO oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akun-akun dan situs-situs penyebar kebencian milik grup Saracen belum diblokir untuk membantu proses penyidikan aparat Kepolisian。

“Karena kami membantu pihak kepolisian untuk memproses penyidikan,nah salah satu penyidikan itu alatnya dilihat dari jejak digital,antara lain dari situs,kami mendukung kepolisian sampai nanti dinyatakan penyidikan sudah selesai,”kata Menkominfo di Jakarta,Kamis 31 Agustus 2017。

Menteri Rudiantara mengatakan pemblokiran dilakukan begitu proses penyidikan selesai dan sudah tidak dibutuhkan lagi oleh aparat kepolisian。

Sementara untuk pemblokiran sendiri tidak perlu ada surat menyurat dari aparat Kepolisian ke Kementerian Kominfo,melainkan cukup koordinasi antarkeduanya。 “Tidak pakai surat,orang kita ada di polisi(kepolisian),polisi ada di kita kok,tidak perlu(surat),”katanya。

Seperti diberitakan,Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil meringkus Kelompok Saracen,sebagai produsen dan penyebar konten ujaran kebencian di jejaring sosial。 Kepolisian menetapkan tiga tersangka yakni JAS,MFT dan SRN dalam kasus tersebut。

Grup Saracen membuat sejumlah akun Facebook,di antaranya Saracen News,Saracen Cyber​​ Team dan Saracennews.com。 Ada sedikitnya 800 ribu akun yang dimiliki kelompok ini。 Saracen sendiri telah dikelola oleh kelompok ini sejak 2015年11月。- dengan laporan ANTARA / Rappler.com