言窭捩
2019-05-22 12:52:11
2017年8月29日下午2:41发布
2017年8月29日下午2:43更新

JALUR RUDAL。 Seorang pejalan kaki melewati televisi yang menampilkan jalur peluncuran rudal dari Korea Utara menuju ke Hokkaido,Jepang pada Selasa,29 Agustus。 Foto oleh Kazuhiro Nogi /法新社

JALUR RUDAL。 Seorang pejalan kaki melewati televisi yang menampilkan jalur peluncuran rudal dari Korea Utara menuju ke Hokkaido,Jepang pada Selasa,29 Agustus。 Foto oleh Kazuhiro Nogi /法新社

雅加达,印度尼西亚 - Pemerintah印度尼西亚mengecam uji coba peluncuran rudal yang dilakukan oleh韩国Utara pada Selasa pagi,29 Agustus。 Rudal balistik itu diarahkan ke bagian utara Pulau Hokkaido,Jepang dan dapat membahayakan keselamatan jiwa penduduk yang berada di sana。

Belum lagi,rudal itu melewati ruang udara negara lagi sehingga juga membahayakan jalur penerbangan。

“Tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB terkait resolusi 2270(2016),2321(2016),2356(2017)dan 2371(2017),”ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri,Arrmanatha Nasir,melalui keterangan tertulisnya pada Selasa,29 Agustus。

印度尼西亚,kata Arrmanatha mendesak agar Korut memenuhi kewajiban internasionalnya,termasuk sepenuhnya melaksanakan resolusi DK PBB。

“印度尼西亚menegaskan kembali bahwa stabilitas di Semenanjung韩国sangat penting。 Oleh sebab itu,印度尼西亚mengajak semua negara untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea,“kata Arrmanatha lagi。

Militer Korsel melaporkan rudal diluncurkan dari dekat ibukota Pyongyang sebelum jam 06:00 waktu setempat。 Rudal meluncur sejauh 2.700公里dan mencapai ketinggian sekitar 550公里。

Akibat adanya peluncuran rudal tersebut,Pemerintah Jepang memerintahkan kepada warganya di Pulau Hokaido untuk mencari perlindungan agar tidak terkena dampak dari rudal seandainya benda itu jatuh di daratan。 Bahkan,peringatan juga disampaikan melalui pesan pendek。

Ketika peringatan diberikan,layanan kereta cepat sempat dihentikan sementara。 Peringatan juga disampaikan melalui pengeras suara di kota-kota di Hokkaido。

“Saya terbangun karena adanya peringatan ada rudal di telepon seluler saya,”ujar seorang pekerja bernama Ayaka Nishijima kepada media。

Ia mengaku berasal dari Morioka,ibukota perfektur Iwate。 Tetapi,ia menilai peringatan itu tidak akan membantu warga,sebab pemerintah tidak melakukan persiapan apa pun。

“Tidak seperti kami memiliki bunker bawah tanah atau tempat persembunyian dari bom。 Yang dapat kami lakukan hanya menjauh dari jendela,“katanya。

Beruntung,menurut laporan Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga,rudal tersebut jatuh di laut sebelum bisa mencapai ke Pulau Hokkaido。

Terus tekan Korut

Ini baru kali pertama Korut meluncurkan rudal yang mengarah ke utara Jepang。 Sebelumnya,mereka diduga melakukan hal yang sama pada tahun 1998 dan 2009 lalu,tetapi dibantah Korut。 Mereka berdalih tengah meluncurkan satelit ke udara。

Sementara,kali ini,Korut meluncurkan rudal pasca mereka dijatuhi sanksi baru di bidang ekonomi oleh Dewan Keamanann PBB。 Apalagi pemimpin Korut,Kim Jong-Un juga sempat mengancam akan meluncurkan rudal ke kepulauan Guam milik Amerika Serikat。

Lalu,bagaimana dunia internasional merespons ini? Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe jelas mengecam habis-habisan upaya provokatif Korut。

“Tindakan peluncuran rudal ke arah negara kami sesuatu yang tidak diduga dan tidak dapat diterima。 Ini menciptakan ancaman yang serius dan merusak keamanan serta perdamaian di kawasan,“ujar Abe kepada media di Tokyo。

Pemerintah Negeri Matahari Terbit mengaku telah mengirimkan protes keras kepada平壤melalui Kedutaan mereka di北京,Tiongkok。

Abe kemudian mendorong agar dilakukan pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi ini。 Sebelumnya,Abe juga menghubungi Presiden Donald Trump untuk membicarakan isu tersebut。 Dalam pembicaraan di telepon selama 40 menit,Trump mengaku mendukung 100 persen apa pun tindakan yang diambil oleh Jepang。

责任keras juga disampaikan oleh韩国Selatan。 Kemlu Korsel mengatakan akan merespons sesuai yang dilakukan Amerika Serikat。 Korsel dan AS telah berdiskusi dan sepakat mengerahkan beberapa aset strategis ke Semenanjung Korea。

Lalu,apa责任Korut? Rupanya mereka tidak mempermasalahkan ancaman sanksi baru dari AS。 Mereka justru mengatakan dengan adanya peluncuran rudal ini,Negeri Paman Sam tidak bisa menakut-nakuti Korut。

“AS harus tahu bahwa mereka tidak akan bisa menggretak Korut dengan sanksi apa pun,baik itu ekonomi,ancaman militer atau upaya tekanan lainnya。 Itu semua tidak akan mampu membuat Korut mundur dari jalan yang telah kami pilih,“tulis media Korut,Rodong Sinmun。 - dengan laporan AFP / Rappler.com