微生憧份
2019-05-22 03:03:25
2017年8月28日下午10:10发布
2017年8月28日下午10:12更新

DITABRAK。视频杨tengah病毒menunjukkan seorang sopir taksi marah dan memprotes pegawai kedutaan yang menabrak mobil armadanya。 Ilustrasi:拉普勒

DITABRAK。 视频杨tengah病毒menunjukkan seorang sopir taksi marah dan memprotes pegawai kedutaan yang menabrak mobil armadanya。 Ilustrasi:拉普勒

印度尼西亚雅加达 - Seorang sopir taksi Blue Bird terekam tengah marah-marah kepada pria asing。 Si sopir protes karena mobilnya ditabrak oleh pria asing itu dengan menggunakan kendaraan pelat corps diplomatik。

Di dalam视频,terlihat bumper bagian depan sebelah kanan meninggalkan bekas baret dan catnya terkelupas。

Sopor taksi itu mencoba berkomunikasi dengan Bahasa Inggris seadanya sambil menuntut ganti rugi kepada pegawai Kedutaan itu。 Jika dilihat dari pelat nomor yang terpasang di mobil Toyota Fortuner,tertera nomor CD 18 yang merujuk kepada Kedutaan Australia。

“Emang gue takut sama loe? Ini印度尼西亚。 你杀了我 pam .. pam ..(sambil memperagakan posisi ditembak)。 Ini Indonesia 你知道吗 Bukan bule bukan Amerika,“ujar sopir taksi yang terekam dalam video tersebut。

Saat meluapkan amarahnya,pria asing tersebut tidak mengatakan satu patah kata。 Ia malah terlihat sibuk menelepon。 Hal itu tampaknya semakin membuat sopir taksi semakin geram。

Sedangkan,dari balik kamera ponsel,terdengar suara tertawa yang mendorong agar sopir taksi itu memperoleh ganti rugi。 Rupanya,视频itu病毒dan ditonton oleh banyak orang。

Pihak蓝鸟akhirnya ikut menyampaikan pernyataan。 Presiden Direktur Blue Bird Group,Noni Purnomo,mengakui bahwa pria yang mengenakan seragam Blue Bird benar salah satu sopir armadanya。

Namun,Noni justru menyesalkan perilaku salah satu sopir armadanya yang ditunjukkan pada Sabtu,26 Agustus。 Menurut Noni,Blue Bird selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik。

“Perilaku itu jelas tidak mencerminkan budaya pelayanan yang selama ini kami kedepankan dalam usaha kami,”ujar Noni melalui keterangan tertulis kepada Rappler pada Senin,28 Agustus。

Kasus itu akhirnya berhasil diselesaikan dengan melibatkan perwakilan manajemen PT Blue Bird dan polisi yang tengah bertugas。 Manajemen akhirnya menjatuhkan sanksi kepada sang sopir。

Manajemen蓝鸟juga telah meminta maaf kepada pihak Kedutaan澳大利亚。

“Pihak kedutaan menerima permintaan maaf ini dan mengapresiasi respons yang cepat dalam menanggapi hal ini。 Mereka juga menyatakan masalah ini dianggap sudah selesai,“kata dia。

Noni menegaskan bahwa setiap pengemudi adalah frontliner perusahaan yang dilatih untuk menjadi pengemudi profesional yang memiliki etika sopan santun ketika berkendaraan di jalan。 Selain itu,sudah wajib bagi mereka untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jasa serta pengguna jalan lainnya。

Sementara,ketika Rappler mencoba mengonfirmasi pihak Kedutaan Australia,mereka tidak memberikan respons。 - Rappler.com