芮凉莽
2019-05-22 06:17:10
2017年8月28日下午3:46发布
2017年8月28日下午3:46更新

Warga Rohingya berkumpul saat media internasional mengunjungi desa Maung Hna Ma,kota Buthidaung,wilayah utara Rakhine,Myanmar,Jumat(14/7)。 Foto oleh Simon Lewis / ANTARA / REUTERS

Warga Rohingya berkumpul saat media internasional mengunjungi desa Maung Hna Ma,kota Buthidaung,wilayah utara Rakhine,Myanmar,Jumat(14/7)。 Foto oleh Simon Lewis / ANTARA / REUTERS

雅加达,印度尼西亚 - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU)Helmy Faishal Zaini meminta agar kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine,缅甸,segera dihentikan seiring meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut。

“Penyerangan dan kekerasan yang menimpa穆斯林Rohingya harus segera diakhiri,”kata Helmy di Jakarta,Senin 28 Agustus 2017.Dia mengatakan dengan alasan dan motif apapun kekerasan tidak bisa dibenarkan dan ditolelir。

“Kami mendesak pihak-pihak terkait,utamanya pemerintah Myanmar,Dewan Kemanan PBB dan juga ASEAN untuk proaktif dan mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan ini,”kata dia。

Perbedaan keyakinan dan ideologi,Helmi melanjutkan,tidak bisa dijadikan alasan untuk memberangus liyan。 “Ini penting diungkapkan untuk menunjukkan bahwa betapa kemanusiaan adalah basis utama untuk membangun apa yang disebut dengan perdamaian,”katanya。- dengan laporan ANTARA / Rappler.com